Ducasu: Fenomena Motor Kloning China dengan Tampilan Mirip Ducati

Automotif201 Dilihat

Merek Motor KW China “Ducasu” Mencuri Perhatian dengan Kemiripan Ducati

aashvicorporation.com Industri otomotif dunia kembali dihebohkan dengan kehadiran Ducasu, merek motor sport versi kloning asal China yang mencuri desain dari motor ikonik Ducati. Ducasu, dan khususnya model DK400, menjadi sorotan karena tampilannya yang sangat mirip dengan Ducati Supersport 950, termasuk logo dan font yang digunakan.

Kloning China yang Mengejutkan

Ducasu DK400 menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta motor karena kemiripannya dengan Ducati Supersport 950. Mulai dari bentuk, logo, hingga font yang digunakan, Ducasu tampak seperti versi kloning dari motor sport legendaris asal Italia tersebut.

Sikap Ducati Terhadap Kloning

Dalam menghadapi fenomena ini, Ducati, sebagai pemilik merek asli, memberikan tanggapan menarik. Andrea Ferraresi, Vice President Global Sales Ducati, menyatakan bahwa pihaknya tidak melihat fenomena kloning sebagai risiko serius. Ferraresi berpendapat bahwa meskipun Ducasu meniru desainnya, namun secara kualitas dan performa, motor tersebut tidak sebanding dengan asli Ducati Supersport 950.

“Kami tidak melihat ini (kloning) sebagai risiko, karena simpel saja, motornya tidak sebanding. Pada akhirnya kalau mencari produk yang memiliki ilmu pengetahuan seperti Ducati, berbentuk seperti Ducati, maka pilihan yang tepat adalah membeli Ducati,” ujar Ferraresi.

Perbandingan Performa dengan Ducati Asli

Ducasu DK400 hanya menggunakan mesin 400cc yang menghasilkan tenaga 25 TK, jauh di bawah Ducati Supersport 950. Meskipun memiliki tampilan yang mirip, perbedaan performa ini menjadi alasan Ducati meremehkan dampak kloning terhadap merek mereka.

Tantangan Bagi Merek Motor Kuat

Fenomena kloning seperti Ducasu menjadi tantangan bagi merek motor kuat di pasar. Meskipun pihak Ducati tidak terlalu menggubris, namun hal ini menunjukkan bahwa popularitas merek bisa menjadi sasaran empuk untuk duplikasi. Bagaimana industri otomotif akan merespons dan menghadapi fenomena semacam ini menjadi perbincangan menarik di kalangan pecinta motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *