Penemuan Menarik: Terbentuknya Lautan Baru di Benua Afrika

Fakta679 Dilihat

Penelitian internasional terbaru mengungkap bahwa sebuah laut baru sedang terbentuk di benua Afrika, dan fenomena ini memiliki potensi untuk membagi benua tersebut menjadi dua bagian, berkat celah sepanjang 56 kilometer yang baru muncul di gurun Ethiopia.

Studi ini, yang baru saja diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, mengumpulkan data seismik dari formasi patahan untuk menunjukkan bahwa fenomena ini mirip dengan proses yang biasanya terjadi di dasar laut.

Menurut para peneliti, ini adalah hasil dari gerakan tektonik yang sama yang dulunya menciptakan Laut Merah, meskipun kali ini gerakannya terjadi dengan jauh lebih lambat.

Pakar geologi telah mengonfirmasi bahwa “lautan baru” sedang terbentuk karena benua Afrika secara perlahan terpecah menjadi dua bagian. Reaksi terhadap penemuan ini telah menciptakan kekaguman dan kekaguman yang luas, seperti yang dilaporkan oleh Kenya Broadcasting Corporation.

Edwin Dende, seorang ahli geologi dari Departemen Geologi di Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Universitas Nairobi, mengindikasikan bahwa laut baru telah terbentuk sepanjang bagian timur Lembah Celah Afrika. Dende menjelaskan bahwa lempeng tektonik bumi selalu berada dalam pergerakan konstan, di mana beberapa lempeng bergerak menjauh satu sama lain di sepanjang zona patahan, yang lainnya tenggelam di bawah lempeng lain, dan yang lainnya bertabrakan satu sama lain.

Proses inilah yang pada akhirnya membentuk benua-benua seperti yang kita kenal sekarang, termasuk Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Australia.

Pergerakan yang terus-menerus dalam kerak benua telah menyebabkan pembentukan Lembah Celah Afrika Timur, yang terus berkembang dan menjadi lebih aktif seiring berjalannya waktu. Meskipun ada potensi pembentukan samudra baru di Afrika, Dende mengingatkan bahwa ini adalah proses yang akan memakan waktu jutaan tahun.

Selama 30 juta tahun terakhir, ketebalan di sekitar Lembah Celah telah berkurang dari 40 kilometer menjadi 35 kilometer, sehingga diperlukan waktu yang signifikan lagi untuk menghilangkan 5 kilometer sisanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *